PROGRES TEKNO – Banyak orang memiliki kebiasaan meninggalkan charger tetap terhubung pada colokan listrik meski tidak sedang digunakan. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi ternyata membawa berbagai dampak, baik dari segi teknis, ekonomi, maupun keselamatan.
Apakah benar charger yang dibiarkan tercolok tidak memiliki dampak? Yuk, simak ulasan berikut untuk memahami risiko dan cara mencegahnya.
1. Risiko Teknis: Charger Bisa Rusak dan Panas Berlebih
Dinukil dari Kompas.com, Dosen Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Muhammad Nizam menuturkan, charger yang terus dicolokkan tanpa digunakan dapat mengalami peningkatan suhu. Hal ini terjadi karena aliran listrik tetap mengalir melalui komponen internal charger, seperti kapasitor atau transformator.
Dampaknya:
- Komponen internal charger dapat mengalami kerusakan lebih cepat.
- Risiko panas berlebih yang berpotensi menyebabkan kebakaran, terutama pada charger berkualitas rendah atau instalasi listrik yang tidak memadai.
- Lonjakan tegangan listrik yang tiba-tiba juga dapat merusak charger meskipun tidak digunakan.
“Meninggalkan charger tetap tercolok berpotensi mempercepat kerusakan dan meningkatkan risiko teknis, terutama pada perangkat berkualitas rendah,” ujar Prof. Nizam.
2. Boros Listrik: Efek Standby Power
Charger yang dibiarkan tercolok tanpa digunakan tetap mengonsumsi listrik dalam jumlah kecil, sebuah fenomena yang dikenal sebagai standby power.
Penjelasan Standby Power:
- Charger ponsel rata-rata mengonsumsi daya 0,1 hingga 0,5 watt ketika tidak digunakan, namun tetap terhubung ke sumber listrik.
- Meski terlihat kecil, akumulasi daya ini dapat meningkatkan tagihan listrik rumah tangga jika dilakukan terus-menerus.
Dampak finansial:
- Dalam setahun, standby power dari berbagai perangkat elektronik di rumah bisa menyebabkan pemborosan listrik yang signifikan.
- Menurut akademisi Teknik Ketenagalistrikan ITB, Deny Hamdani, standby power dapat menyumbang 10 persen dari total konsumsi listrik rumah tangga.
“Meskipun daya standby kecil, jika diakumulasi dengan waktu dan jumlah perangkat yang banyak, tetap terasa dalam tagihan listrik,” jelas Deny.
3. Risiko Keamanan Rumah Tangga
Meninggalkan charger tercolok juga dapat meningkatkan risiko keamanan, terutama jika Anda menggunakan perangkat berkualitas rendah. Lonjakan daya listrik atau komponen charger yang terlalu panas dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran.
Bagaimana Cara Mencegah Risiko dan Menghemat Energi?
Untuk mengurangi dampak negatif dari kebiasaan ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan:
1. Cabut Charger Setelah Digunakan:
Langkah ini membantu memperpanjang umur charger, menghemat listrik, dan mencegah panas berlebih.
2. Gunakan Perangkat Cerdas:
Smart plug atau saklar otomatis dapat memutus aliran listrik tanpa perlu mencabut charger secara manual.
3. Pilih Charger Berkualitas:
Gunakan charger yang dilengkapi fitur perlindungan terhadap panas berlebih dan lonjakan daya.
Hindari Membiarkan Perangkat Lain dalam Mode Standby:
Tidak hanya charger, peralatan lain seperti televisi atau perangkat audio juga mengonsumsi listrik dalam mode siaga.
Kesimpulan: Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar
Meninggalkan charger tetap tercolok mungkin terlihat sepele, tetapi memiliki dampak besar jika dilakukan terus-menerus. Dari kerusakan perangkat hingga pemborosan energi dan risiko keselamatan, kebiasaan ini sebaiknya dihindari.
Dengan mencabut charger setelah digunakan, Anda tidak hanya membantu menghemat energi dan biaya, tetapi juga menjaga keamanan rumah tangga. Jadi, masih mau meninggalkan charger dalam keadaan tercolok? Mulai ubah kebiasaan kecil ini demi manfaat besar untuk Anda dan lingkungan. 🌱





